You are here: Home

caplampung.com

Lampung Propinsi Terdepan di Gerbang Sumatera

E-mail Print PDF

Bumi Ruwa Jurai, begitu warga Lampung menasbihkan diri. Maknanya dalam bahasa setempat adalah satu bumi dua keturunan, menggambarkan komposisi penduduk asli Lampung yang terdiri dari Masyarakat adat Sai Batin yang tinggal di pesisir dengan Masyarakat adat Sai Pepadun yang tinggal di pedalaman.

Provinsi Lampung memiliki luas 35.376,50 km² daerah ini di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah timur dengan Laut Jawa. Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.

Letaknya yang berada di jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera menjadikannya sangat cocok untuk mengembangkan budidaya perkebunan yang membutuhkan udara sejuk seperti kopi, kako dan cengkeh. Areal kopi robusta di Lampung mencapai 163.837 hektare dan petani yang terlibat dalam pembudidayaannya sekitar 218.447 orang. Saat ini di daerah Lampung Barat telah di hasilkan kopi luwak yang berpangsa pasar export. Kopi luwak telah terkenal di dunia dengan cita rasanya yang tinggi dan merupakan kopi termahal di dunia dengan harga per kilogram-nya bisa mencapai USD 600.   

Sebagai gerbang Sumatera, di Lampung sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan) hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis. Industri penambakan udang termasuk salah satu tambak yang terbesar didunia setelah adanya penggabungan usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira. Terdapat juga pabrik gula dengan produksi pertahun mencapai 600.000 ton oleh 2 pabrik yaitu Gunung Madu Plantation dan Sugar group. Industri agribisnis lainnya : Ketela (ubi), Kelapa Sawit, coklat, kokoa, Nata de coco dll

Bicara soal potensi wisata, Lampung punya list wisata yang tidak sedikit. Mulai dari keelokan pantai, konservasi flora dan fauna dan juga situs-situs bersejarah.

Lima belas kilometer dari Bandar Lampung ke selatan ada Pantai Pasir Putih. Pantai ini memiliki kontur yang landai dengan aneka permainan anak. Lebih ke selatan lagi, menambah 30 km, bersisian dengan Pantai Merak Belantung ada resort yang dikembangkan Grup Bakrie, Krakatoa. Disini selain pantai nan bersih sudah terdapat penginapan eklusif berikut sarana bermain air dan pantai.

Ke selatan lagi, menuju kota Kalianda, ada persinggahan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Gunung Krakatau. Namun mesti dicatat, untuk sampai ke Krakatau harus terlebih dahulu tahu jadwalanya. Adakalanya ketika gunung legendaris itu sangat aktif, pengunjung dilarang menyeberang ke sana.

Tak hendak ke pantai? Pilihan masuk akal tentunya mengunjungi Taman Nasional Way Kambas yang menjadikan Lampung di kenal dunia luar. Way Kambas terletak 112 km arah timur laut Bandarlampung. Anda bisa melihat arena konservasi gajah langsung di habitatnya berikut dengan atraksi gajah-gajah terlatih. Jika ke sini, sempatkan juga untuk mampir taman purbakala Pugung Raharjo.

Ibukota Lampung adalah Bandar Lampung. Kota ini merupakan penyatuan dua kota besar yang bertetangga, Tanjungkarang sebagai kota pemerintahan dan Teluk Betung sebagai kota bisnis. Oleh-oleh banyak terdapat di kedua kota tersebut. Ada kripik pisang, makanan khas dari durian, Tempoyak, empek-empek dan juga krupuk Kemplang Lampung.

Menjangkau Bandarlampung persoalan mudah. Letaknya di tengah jalur lintas Sumatera dan Jawa, membuatnya gampang ditempuh dari mana saja. Kalau dari Jakarta, berikut dengan penyebrangan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 jam perjalanan. Selain itu, juga ada penerbangan reguler setiap hari dari Bandarlampung ke Jakarta.

 

Rumah Dijual

E-mail Print PDF

Rumah Dijual Wilayah Bandarlampung

ASSET BANK
HARGA NEGO
HUB 0812 10 283 452
 

Indonesia Bisa Goyang Harga Sawit Dunia

E-mail Print PDF

Jakarta - Posisi Indonesia yang mengusai pangsa pasar produk sawit (CPO) hingga 45% di dunia berpotensi bisa menjadi penentu harga. Namun faktanya saat ini justru sebagai pemimpin pasar sawit dunia malah Indonesia masih 'didikte' oleh para buyer atau pembeli.

kelapa sawit"Sawit kita memegang 45%, kalau kita out bisa goyang harga dunia," kata Direktur Utama PT Nusantara Sawit Persada Teguh Patriawan yang juga anggota Kadin dalam acara diskusi sawit di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Hal senada pun disampaikan oleh Lektor Kepala Bagian Kebijakan Kehutanan Fakultas Kehutanan IPB Dodik Ridho Nurrochmat yang mengatakan fenomena pemimpin pasar yang dikendalikan oleh pembeli justru terasa aneh. Sehingga kata dia, adanya upaya pembentukan Indonesia Sustainable on Palm Oil (ISPO) bisa menjadi kekuatan Indonesia.

"Nggak ada caranya market leader itu justru diteken oleh buyer," ucap Dodik

Bahkan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila Bustanul Arifin mengatakan masalah harga sawit dunia ini sudah dikendalikan oleh pasar derivatif yang sudah menjadi penentu utama. Sedangkan produsen sawit seperti Indonesia tak punya kekuatan.

Terlebih saat ini berdasarkan hasil kajian pendekatan geografis ekonomi, rantai nilai global di komoditas pertanian justru yang menentukan adalah pembeli bukan penjual. Bentuk dari implementasi ini adalah pasar kiblat harga CPO dunia justru berada di Rotterdam Belanda (Eropa).

"Siapa yang mempengaruhi pola perjalan barang dan jasa adalah buyer bukan seller. Masak produsen dengan 85% produski sawit dunia (Indonesia dan Malaysia) tidak mempengaruhi market," jelasnya.

Pada tahun 2009 produksi CPO Indonesia mencapai 21,5 juta ton, dari jumlah itu diekspor sebanyak 14,3 juta ton di antaranya sebanyak 7,9 juta ton dalam bentuk CPO dan 6,4 juta ton berbentuk minyak goreng dan produk turunan CPO. Sementara posisi kedua diduduki oleh Malaysia sebanyal 17,5 juta ton, disusul Nigeria 870.000 ton, Kolombia 794.000 ton dan lain-lain.

 

 

BERAS: Pemprov Lampung akan Ekspor Beras

E-mail Print PDF

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemerintah provinsi (pemprov) Lampung berencana mengekspor 10 ribu ton beras ke Filipina dan Brunei Darussalam.

Menurut Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekprov Lampung Sutono, rencana ekspor ini muncul karena produksi beras Lampung setiap tahunnya surplus hingga sekitar 700 ribu ton.

Jika kelebihan beras ini bisa diekspor, kata Sutono, tentu saja petani bisa mendapatkan nilai lebih dari hasil tanamannya karena memang harga jual beras di pasar Thailand dan Brunei Darussalam lebih tinggi dari pasar Lampung ataupun nasional.

 

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 6

Login Form

Bursa Properti

Rumah Dijual di Tanjung Raya rumah tanjung raya dijualDijual Rumah di Tanjung Raya, Dapur Luas, kamar mandi dan tempat mesin cuci, dan tempat cuci piring. Harga Nego!!

Logam Mulia Spot

harga logam mulia GOLD
IDR 365.000


Sep 02, 2010 at 09:14:25
Kitco gold price. click here!
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday27
mod_vvisit_counterYesterday52
mod_vvisit_counterThis week354
mod_vvisit_counterLast week329
mod_vvisit_counterThis month186
mod_vvisit_counterLast month1454
mod_vvisit_counterAll days14042

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.191.85
 , 
Today: Sep 04, 2010