You are here: Home

caplampung.com

Sales Representative

Menakar dampak rencana ekspansi terhadap kinerja PT BW Plantation Tbk di masa depan

E-mail Print PDF

kelapa sawitCaplampung.com - Aturan main bagi perkebunan kelapa sawit semakin ketat. Intruksi Presiden Nomor 10/2011 jelas-jelas melarang perkebunan kelapa sawit membuka kebun baru di lahan yang berstatus hutan primer dan lahan gambut.

Namun tidak semua emiten perkebunan kelapa sawit akan terhambat langkahnya oleh moratorium yang berumur dua tahun itu. PT BW Plantation Tbk (BWPT) bisa disebut sebagai contoh yang tak tersandung. Penyebabnya, BWPT masih memiliki lahan baru yang terbilang luas.

Dalam catatan Gabriella Maureen, Analis Danareksa Sekuritas, BWPT kini memiliki lahan yang belum ditanami seluas 72.678 hektare (ha), atau 56% dari total lahannya. Dari total lahan yang sudah ditanami, 65% merupakan area yang belum menghasilkan atau immature.

Willy Gunawan , Analis PT Andalan Artha  Advisindo Sekuritas sepakat, BWPT memiliki lahan yang relative masih luas. “Sisa lahan masih cukup hingga 2014,” kata dia. Lahan yang belum matang baru menghasilkan di tahun 2014. Menurut Willy, keunggulan BWPT adalah tata kelola lahannya yang efisien.

Manajemen BWPT berencana menanam bibit kelapa sawit baru di atas lahan seluas 30.000 ha hingga tahun 2014. Manajemen menghitung, investasi penanaman baru bernilai Rp 1,8 triliun. Kebutuhan dana untuk pembukaan lahan ditutup dengan pinjaman.

Tahun ini BWPT menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 600 miliar. Belanja modal sebesar itu disiapkan untuk aktivitas penanaman, perawatan dan pembangunan pabrik baru.

Willy menambahkan, kondisi cuaca yang relative baik memungkinkan BWPT untuk menggenjot volume, baik produksi maupun penjualan. Hingga akhir semester I-2001, BWPT memiliki 19.663 ha area menghasilkan atau bertambah 4.393 ha dibanding luas di semester yang sama tahun lalu.

Efisiensi biaya

Analis Sucorinvest, Gifar Indra Sakti, dalam risetnya menjelaskan, manajemen BWPT kini menerapkan system baru yang meningkatkan produktivitas petani dari 2,5 ha per orang menjadi 5 ha per orang. Adapun volume produksi mencapai sekitar 3,5 ton per orang per hari.

System ini dinilai mampu mendorong proses pemupukan, pemanenan dan pengumpulan kelapa sawit menjadi lebih efisien. Cara kerja ini telah diterapkan pada 20% dari total area menghasilkan yang dimiliki BWPT.

BWPT sedang membangun pabrik CPO baru di Kalimantan Tengah, dengan kapasitas 30 ton per jam atau 90.000 ton per tahun. Manajemen menargetkan pabrik beroperasi tahun 2012 dan menambah total kapasitas produksi menjadi 135 ton per jam.

Pabrik baru ini menganut teknologi obligue sterilizer. Menurut Gabriella, teknologi ini menghemat penggunaan energy, menekan biaya perawatan sekaligus kebutuhan tenaga kerja. “Biaya produksi akan berkurang 40%,” ujar dia dalam risetnya. BWPT berencana membangun 10 pabrik baru hingga 2015 nanti.

Ketiga analis ini merekomendasi buy untuk BWPT. Target harga Gifar Rp 1.540 per saham. Willy menargetkan Rp 1.585 per saham, sedang Gabriella Rp 1.490 per saham.

Pada penutupan senin (26/9), harga BWPT turun 6,42% jadi Rp 1.020 per saham.

 

Eksportir CPO Ingin Dominasi Pasar Pakistan

E-mail Print PDF

Caplampung.com - Kalangan eksportir minyak sawit mentah berharap kembali menguasai pasar Pakistan, yang kini sudah beralih ke Malaysia. ”Butuh waktu untuk kembali melakukan penetrasi ke Pakistan,” kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Fadhil Hasan kepada Tempo,sabtu lalu.

Pernyataan Fadhil menanggapi kesepakatan bisnis dalam kerangka Preferential Trade Agreement (PTA). Dalam kesepakatan itu, komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia mendapat diskon bea masuk ke Pakistan 15 persen dari tarif normal.

Indonesia dan Pakistan meneken kerja sama dalam kerangka PTA pada 16 September lalu. Setelah penandatanganan, kedua Negara menyesuaikan butir-butir kesepakatan dengan prosedur masing-masing. Jika disetujui, perjanjian ini diimplementasikan minimal 30 hari setelah ratifikasi.

Kesepakatan PTA menampung permintaan tiap pihak secara maksimal.”Kesepakatan memasukkan pengurangan tarif produk sawit seperti yang diharapkan Indonesia. Demikian pula dengan permintaan Pakistan untuk jeruk kino,”kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar.

Pakista mendapat keringanan bea masuk jeruk kino hingga nol persen, yang memungkinkan mereka menyaingi Cina. Melalui mekanisme pasar bebas, jeruk Cina membuat ekspor Pakistan melempem. Indonesia tak mengenakan tarif untuk Cina. Adapun jeruk Pakistan dikenai tariff 15-20 persen.
Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengakatan kemungkinan menguasai pasar minyak sawit Pakistan kembali terbuka .”Bisa terjadi , karena kita punya playing field yang sama dengan Malaysia,”ujarnya.
Pakistan, yang membutuhkan minyak sawit impor, sangat potensial menjadi tujuan ekspor. Sebelumnya, pasar minyak sawit Indonesia di Pakistan tergerus dari 55 persen menjadi 5 persen. Malaysia yang sudah memiliki kerja sama pasar bebas dengan Pakistan, mendapat bea masuk lebih rendah ketimbang Indonesia.
Wakil Menteri Perdagangan Pakistan Zafar Mahmood menjelaskan, jika dengan Malaysia, diskon 15 pesen bea masuk CPO berlaku tiga tahun setelah perjanjian. Tapi , untuk Indonesia, diskon 15 persen berlaku pada tahun pertama implementasi PTA. Tarif spesifik di Pakistan berkisar 9.500-10.800 rupee per metric ton.
Diskon bea masuk untuk Malaysia bertahap. Pada tahun petama perjanjian, pengurangan tarif hanya 5 persen dari tarif normal. Tahun berikutnya pengurangan bea masuk menjadi 10 persen. Jadi Pakistan sudah memberi ruang yang sama bagi eksportir Indonesia dan Malaysia.
Penurunan tarif bea masuk sudah lama ditunggu-tunggu oleh pengusaha. Menurut Fadhil, kesepakatan ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tapi juga Pakistan. Pembeli minyak sawit dari Pakistan mempunyai alternatif sumber impor. Dengan demikian, harga menjadi lebih kompetitif.

 

Kelapa Sawit: Merawat Emas Hijau

E-mail Print PDF

Dalam lima tahun terakhir, kelapa sawit terus berkembang menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Kue konsumsi minyak kelapa sawit mentah di pasar minyak nabati global pun terus meningkat. Kelapa sawit kini sudah menjadi emas hijau yang menggiurkan.

Sayang pendekatan pemerintah terhadap industri minyak sawit mentah (crude palm oil) belum banyak berubah sejak pertama kali tanaman asal Afrika Barat ini di komersialkan pada era kolonial Belanda. Indonesia menghasilkan 22,7 juta ton CPO dari perkebunan kelapa sawit seluas 8 juta hektar tahun 2010.

Dari volume tersebut,sedikitnya 15,5 juta ton CPO diekspor,yang menghasilkan devisa Rp 122,7 triliun.Pemerintah pun mendapat sedikitnya Rp 14 triliun dari bea keluar CPO.

Kita memang sudah menjadi produsen CPO terbesar dunia,yang bersama Malaysia memasok 87 persen kebutuhan CPO global.Akan tetapi,sampai kapan kita terus menjadi eksportir bahan baku meski memiliki peluang besar untuk menjadi Negara industri CPO yang kuat.

Tanpa konsistensi riset dan dukungan kebijakan,bagaimana Indonesia bisa menjadi produsen CPO terkemuka?

Apa salahnya pemerintah mengucurkan sebagian dana BK untuk kepentingan riset dan membangun infrastruktur pendukung ekspor CPO? Birokrasi anggaran semestinya tak menghambat Indonesia membangun keunggulan kelapa sawit.

Produktifitas

Sebenarnya,Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi CPO lebih banyak dengan luas lahan yang ada. Menurut Ketua Bidang Penelitian dan Lingkungan Hidup Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Daut Dharsono,kebun yang dikelola dengan sangat baik mampu menghasilkan 7,5 ton CPO per hektar pertahun.

“Kalau kemudian rata-rata nasional menjadi 3,3 ton-4,5 ton CPO per hektar per tahun,ini akibat produktivitas kebun petani yang bisa 1,2 ton CPO per hektar per tahun. Produktivitas kebun yang rendah membuat petani tidak menikmati keuntungan optimal,”ujar Daud.

Berbagai persoalan yang membelit petani kelapa sawit turut menekan produktivits CPO kita. Kondisi ini pula yang membuat Malaysia mampu menghasilkan 5 ton-6 ton CPO per hektar per tahun sehingga menghasilkan 17,5 juta ton CPO dari lahan sedikitnya 4 juta hektar.

Pemerintah harus mempersempit kesenjangan produktivitas kebun petani denagan perusahaan perkebunan dengan memperluas akses bibit unggul bersertifikasi dengan harga terjangkau,keaslian dan ketersediaan pupuk terjamin,serta meningkatkan tata kelola kebun petani. Dengan pembenahan hal-hal mendasarini,Indonesia berpeluang menggandalkan produksi CPO dengan intensifikasi, terutama dikebun petani seluas 3,2 juta hektar yang belum optimal.

Konsistensi riset

Bagaimana langkah selanjutnya agar kebun petani mampu menghasilkan 7,5 ton CPO per hekter per tahun seperti perkebunan swasta lainnya? Riset jawabannya!

Tanpa riset yang konsisten,terarah ,dan jaminan pendanaan,sulit rasanya menggenjot produktivitas kebun kelapa sawit nasional. Apalagi kalau petani,yang memiliki sedikitnya 3,2 juta hektar kebun kelapa sawit,yang tengah meremajakan tanaman mereka tidak mendapat benih unggul yang dapat meningkatkan produktivitas.

Pemerintah harus mengembangkan riset jangka panjang yang berbiaya mahal,seperti pengembangan bioteknologi untuk memperoleh benih kelapa sawit super (superpalm) yang kebal penyakit,produktivitas tinggi,pohon pendek,dan cepat beradaptasi dengan kondisi tanah.

Apa salahnya pemerintah mengalokasikan, katakanlah Rp. 1 triliun dulu, khusus untuk riset yang focus mengembangkan kelapa sawit nasional? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Saat ini saja lembaga penelitian dan pengembangan pertanian Neiker-Tecnalia (Spanyol) dan Cirad (Perancis) tengah menjalankan proyek penelitian DNA (genom) kelapa sawit yang diikuti Brasil, Kolombia, dan tujuh perusahaan perkebunan asal Indonesia. Mereka bersedia membayar 500.000 dollar AS (Rp. 4,2 miliar) per perusahaan untuk terlibat karena menyadari manfaatnya.

Proyek penelitian ini ingin mengembangkan atau mengidentifikasi pemanfaatan instrumen molekuler terhadap kelapa sawit, seperti penambah DNA, gen bermanfaat, penanda molekuler, dan pemetaan kegunaan fungsi genetic. Jadi, benih kelapa sawit super yang diidam-idamkan bukan hal mustahil.

Regulasi anggaran bukan sesuatu yang tak boleh diubah demi kebaikan. Indonesia harus memprioritaskan riset demi menciptakan nilai tambah dan tidak melulu mengekspor bahan mentah. (HAMZIRWAN)

KOMPAS Edisi Cetak, Kamis, 15 September 2011

 

China Bantu Eropa, Harga Emas Turun

E-mail Print PDF

Perdagangan berjangka emas anjlok seiring dengan rencana dukungan finansial China untuk membantu krisis utang Eropa. Situasi ini akan menurunkan permintaan logam mulia.

Menurut majalah Caijing, Vice Chairman of The National Development and Reform Commission, Zhang Xiaoqiang menyebutkan, China akan membeli sejumlah obligasi dari negara-negara yang terkena krisis. "Eropa sedang berusaha untuk menemukan jalan untuk menangkal krisis," ujar analisis yang berbasis di Chicago, MF Global Holdings Ltd., Tom Pawlicki, seperti yang dikutip Bloomberg, Kamis (15/9/2011).

Menurut Tom, dollar sedang beranjak naik melawan kondisi dari emas. Perdagangan berjangka emas untuk pengantaran Desember jatuh sebesar 3,60 dollar AS atau 0,2 persen, menjadi 1.826,50 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada pukul 1:59 PM di Comex, New York. Sebelumnya, harga juga jatuh 0,9 persen. Padahal, harga emas sempat menyentuh rekor pada 6 September lalu sebesar 1.923,70 dollar AS.

Kondisi saat ini, Moody's Investors Service telah memotong rating kredit dari Societe Generale SA dan Credit Agricole SA, yang merupakan dua dari tiga bank terbesar berdasarkan aset di Perancis. Di mana kedua bank ini termasuk jajaran bank terbesar yang memberikan pinjaman bagi kreditor Yunani. Terkait dengan kondisi ini, Kanselir Jerman Angela Merkel telah berjanji tidak akan membiarkan Yunani jatuh. Karena sangat besar resikonya bagi negara-negara lain di kawasan Uni Eropa.

sumber

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 16

Login Form

Bursa Properti

Tanah dipinggir jalan raya dijual cepat rumah tanjung raya dijualLokasi di Jalan Ahmad Yani Gedung Tataan - Pesawaran - Lampung. Harga Nego!! Hubungi 081540884177
Rumah dan tanah luas di tengah kota dijual cepat rumah tanjung raya dijualTanah 800m, bangunan 600m, 6 kamar, 3 kamar mandi Lokasi Jalan Untung Suropati, Bandarlampung - Lampung. Harga 1,4 M nego!! Hubungi 081272835555
Rumah Dijual di Sukoharjo - Solo rumah solo sukoharjo dijualDijual Rumah di Solo Sukoharjo, 2 Lantai, 3 kamar, Dapur dan 2 kamar mandi. Hubungi 08127201036, +62 721 785320, 081329412839
Rumah Dijual di Tanjung Raya rumah tanjung raya dijualDijual Rumah di Tanjung Raya, Dapur Luas, kamar mandi dan tempat mesin cuci, dan tempat cuci piring. Harga Nego!!

Logam Mulia Spot

harga logam mulia GOLD
IDR 531.240


Sep 9, 2011 at 09:14:25
Kitco gold price. click here!
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday88
mod_vvisit_counterThis week348
mod_vvisit_counterLast week423
mod_vvisit_counterThis month592
mod_vvisit_counterLast month4596
mod_vvisit_counterAll days54204

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.211
 , 
Today: Feb 09, 2012

Sponsor links

VIP NET Lampung VIP NET LampungThe Best Internet Solution, Information and Communication. Cheap but high quality internet access for national and international connection.